Minggu, 07 Maret 2010

API

ANALISA PROSES INTERAKSI
Nama : Tn. R Hari / Tanggal : Jumat, 30 Oktober 2009
Umur : 25 tahun Waktu : 09.00 – 11.30 wita
Interaksi : I ( Fase perkenalan ) Tujuan : Setelah intervensi klien dan
Lingkungan : Ribut,banyak klien lain yang lalu lalang,tapi tidak mempengaruhi proses interaksi perawat dapat membina hubu
Posisi perawat berada didepan klien (30 cm) bangsal rehabilitasi pria Nyiur ngan saling percaya.
Diskripsi : Penampilan klien tampak rapi, sudah mandi, rambut disisir,

KOMUNIKASI VERBAL
KOMUNIKASI NON VERBAL
ANALISA BERFOKUS PADA KLIEN
ANALISA BERFOKUS PADA PERAWAT
RASIONAL
1 2 3 4 5

P. Assalamu alaikum Pak


K. Waalaikum salam Suster


P. Pak saya suster Indar, saya mahasiswa keperawatan Unhas yang sedang praktek disisni selama 1 hari. Kalau bapak namanya siapa?

K. Pak R (dengan semangat)




P. Berdiri didepan klien sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman
K. Menatap kearah perawat dan menerima uluran tangan perawat untuk bersalaman

P. Nada suara rendah, relax dan jelas, kontak mata tetap dipertahankan




K. Menatap ke arah perawat sedikit tersenyum





Menerima kehadiran perawat, tidak ada penolakan









Nampak tidak terganggu dengan kehadiran perawat
Merasa khawatir karena klien terlalu agresif untuk berkanalan




Berharap klien mau menyebutkan namanya.








Memberi salam adalah hal yang baik untuk berkenalan





Perkenalan diharapkan dapat membina hubungan salaing percaya







memakai celana pendek sebatas lutut, baju kos warna putih, dan memakai alas kaki.

P. Pak R senangnya dipanggil siapa?

K. Dipanggil R (suara agak keras dan jelas)

P. Saya praktek disini hanya hari ini mulai dari jam 09.00 sampai 11.30 wita. Saya akan selalu bersama-sama bapak tujuannya adalah kita sama-sama akan membahas masalah yang bapak rasakan, mudah-mudahan saya dapat membantu memecahkan masalah bapak.
K. Ia


P. Pak, bisa minta waktunya 10 menit untuk kita berbincang-bincang?
K. Oh..,tentu saja. Seharianpun juga tidak apa-apa.


P. Pak, apakah bapak. tahu sekarang berada dimana?


K.Dirumah sakit Dadi. Rumah Sakitnya Orang gila

P. Bisakah bapak menceritakan bagaimana bapak bisa dibawa kesini?

K. Saya mendengarkan suara- suara yang memaksa saya untuk mengamuk.

P. Bapak masih ingat, siapa yang membawa bapak kesini??

K. Saya dibawa oleh adik saya, katanya mau diajak jalan- jalan. Jadi, saya ikut... tapi, ternyata, saya dibawa kesini


P. Sejak kapan bapak berada disini?

K. Sekitar 1 tahun lebih

P. Jadi, kalau bapak mendengar suara itu lagi, apa yang bapak lakukan?

K. Menutup telinga dan mata sambil berteriak “Pergi.. pergi kau dan jangan dating lagi”

P. Pak, bagaimana perasaannya setelah kita berbincang-bincang ?

K. Luar biasa....

P. Pak, tadi kita sudah belajar bagaimana caranya menghardik halusinasi, coba bapak ulangi lagi
K. Menutup telinga dan mata sambil berteriak “Pergi.. pergi kau dan jangan dating lagi”

P. Bagus, sekali bapak sudah bisa memperagakan cara menghardik halusinasi. Karena saya hanya sehari di sini, jadi bapak bisa bercerita bersama teman-teman atau perawat yang ada di sini.
K. Iya suster...


P. Pak, karena waktunya sudah habis jadi sekarang bapak sudah bisa kembali beristirahat. Selamat beristirahat pak, assallamuallaikum
K. Waalaikum sallam. P. Menatap kearah klien, badan ditundukkan ke arah klien

K. Menatap ke arah perawat dengan penuh expresi

P. Mempertahankan kontak mata, nada suara sopan, bersahabat dan tetap tersenyum









K. Tersenyum pada perawat


P. Mempertahankan kontak mata dan tetap tersenyum


K. Menganggukan kepala sambil tersenyum



P. Nada suara pelan jelas dan tetap mempertahankan kontak mata

K. Menatap perawat dengan penuh antusias


P. Menggunakan nada suara sedang tapi jelas, tetap mempertahankan kontak mata


K. Menatap perawat dengan penuh antusias



Tetap mempertahankan kontak mata


Melihat kearah perawat sambil tersenyum





Membalas senyum




Tetap mempertahankan kontak mata


Memperagakan cara menghardik halusinasi



Tetap mempertahankan kontak mata sambil tersenyum


Menjawab dengan penuh semangat
Tetap mempertahankan kontak mata sambil tersenyum



Menjawab dengan penuh semangat



Tetap mempertahankan kontak mata sambil tersenyum







Menganggukkan kepala


Tetap tersenyum dan mengulurkan tangan untuk
bersalaman



Menyambut tangan perawat untuk bersalaman







Mau menuruti apa yang diminta oleh perawat

Mendengar dan memperhatikan

















Mengerti apa yang dikatakan oleh perawat







Tidak keberatan terhadap pertanyaan perawat







Terlihat rileks menjawab








Mau menceritakan masalah yang dihadapi.














Mau menjelaskan dan memperagakan cara menghardik halusinasi













Mau menjelaskan dan memperagakan cara menghardik halusinasi











Merasa senang karena mendapat pujian dari perawat







Merasa senang terhadap interaksi yang dilakukan









Merasa sangat jelas mendengar apa yang dikatakan klien




Berharap klien menceritakan masalahnya untuk intervensi selanjutnya





















Berharap klien mau diajak membicarakan masalahnya






Berharap klien mau menjawab pertanyaan








Berharap klien mau mencertakan penyebab ia masuk rumah sakit









Berharap klien mau menceritakan berapa lama ia berada rumah sakit



Berharap klien mau memperagakan cara menghardik halusinasi






Berharap klien merasa senang setelah berbincang-bincang




Merasa yakin bahwa mengakhiri pembicaraan adalah tepat agar klien bisa beristirahat







Merasa senang karena klien dapat mengingat kembali yang diajarkan









Berharap klien senang setelah berinteraksi



Mengulangi apa yang diucapkan klien terkadang perlu untuk menegaskan kembali.


Informing : memeberikan infomasi tentang waktu dan tujuan perawat mengadakan interaksi dengan kilien











Kontrak diperlukan untuk interaksi selanjutnaya







Mengetahui apakah klien tidak mengalami disorientasi






Kalimat terbuka memberi kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya.







Menunjukan perhatian adalah awal yang baik untuk membina hubungan saling percaya.












Mengajarkan cara menghardik halusinasi pada klien merupakan langkah yang tepat untuk membantu klien mengatasi halusinasi




Mengetahui perasaan klien setelah interaksi sangat penting



Mengevaluasi kemampuan klien untuk menghardik halusinasi







Memberikan pujian kepada klien untuk meningkatkan rasa percaya diri klien









Salam merupakan langkah yang tepat untuk menutup
interaksi






Hasil observasi

0 komentar:


Blogspot Templates by Isnaini Dot Com and Wedding Bands. Powered by Blogger